Pro dan Kontra sebelum dan sesudah pelantikan Presiden Jokowi-JK

kejadian pro terhadadap Jokowi-JK
Dikutip dari media online news.detik.com
Pelantikan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI pada 20 Oktober 2014 mendatang menjadi sorotan dunia internasional. Prosesi ini rencananya akan dihadiri oleh pimpinan negara dan utusan negara sahabat. Sepertinya H-1 pelantikan presiden terlihat aman-aman saja. Tidak seperti tidak seperti saat sebelum dan sesudah pilpres 2014. Mungkin ini dikarenakan hasil keputusan akhir yang tidak bisa diganggu gugat bahwa presiden terpilih 2014 adalah Jokowi-JK. Bahkan H-1 sebelum pelantikan, berdasarkan sumber detik.com sudah ada pimpinan Negara yang yang direncanakan untuk hadir. Hal ini tidak ada bedanya dengan presiden SBY saat ingin dilantik sebagai presiden dan wakil presiden 2009 lalu. Pimpinan Negara tetangga dan Negara sahabat yang diundang adalah PM Australia, PM singapura, presiden Timor Leste danSultan Brunei. Sementara itu ada juga Negara sahabat yang mengirir, utusan khusus yaitu Korea Selatan, AS dan Srilanka. Semua itu menjadi kebanggan tersendiri bagi pasangan presiden terpilih Jokowi-JK dan khususnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Sepertinya tidak ada yang kontra dengan keputusan pelantikan presiden tanggal 20 Oktober 2014 mendatang. Mungkin ada yang kontra, tetapi presiden dan wakil presiden sudah terpilih, jadi kita mau tidak mau harus menerimanya dengan ikhlas . siapapun presidennya, kita sebagai warga Negara Indonesia yang baik harus menerimanya dan mengikuti aturan aturan presiden terpilih tersebut.

Kontra

"Pro-Kontra Kirab Usai Pelantikan Jokowi-JK"
Dikutip dari poskotanews.com , ternyata banyak yang kontra saat pelantikan maupun sesudah pelantikan presiden jokowi-jk di tanggal 20 Oktober 2014. Disini yang akan saya bahas adalah kontra setelah diadakannya pesta rakyat selepas pelantikan Jokowi-JK . memang sesuatu hal yang wajar jika suatu kemenangan dirayakan, asalkan tidak berlebih-lebihan. Begitu pun yang dilakukan pasangan presiden yang telah resmi dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014, mereka merayakannya dengan mengadakan kirab dan pesta rakyat. Namun acara perayaan ini menuai kontra baik di masyarakat. Bahkan Jokowi-JK justru mendapat kritikan dari sejumlah tokoh, karena kirab dan perayaan besar ini dianggap bisa melukai pihak koalisi merah putih (KMP). Karena menurut Anggota Dewan Kehormatan Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) DKI Jakarta, Sophian Kasim SH, perbaikan huibungan antara Koalisi Indonesia Hebat dengan Koalisi Merah Putih sedang dilakukan. Maka dari itu semestinya kirab budaya dan acara pesta hura-hura tidak digelar sebab menambah luka bagi KMP dan pengikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

New Media dan E-Banking

Disiplin Adalah Kunci Sukses

New Media Dalam Pendidikan : Multimedia